Inovasi Kalapas Jember: Jaga Kondusifitas Lapas dengan Trolling yang Humanis
JEMBER - Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIA Jember, RM. Kristyo Nugroho, terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga keamanan dan ketertiban, serta kebersihan lingkungan Lapas melalui kegiatan Kontrol Keliling (Trolling) yang dilakukan secara intensif, pada Minggu (30/11/2025). Kegiatan ini menjadi bagian penting dari upaya deteksi dini guna mencegah potensi gangguan keamanan dan memastikan seluruh pegawai melaksanakan tugasnya sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP).
Dalam pelaksanaan Trolling, Kalapas memeriksa secara menyeluruh lingkungan Lapas, mulai dari steril area, kamar dan blok hunian warga binaan, area dapur sehat, hingga titik-titik yang dianggap rawan. Pemeriksaan difokuskan pada kondisi gembok, teralis besi, sistem penerangan, dan saluran air, serta kemungkinan keberadaan barang-barang terlarang. Langkah ini dilakukan untuk menutup celah yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan.
Tidak hanya melakukan pengecekan fisik, Kalapas juga memberikan pengarahan dan penguatan kepada jajaran Regu Pengamanan (Rupam) yang sedang bertugas. Beliau menegaskan bahwa petugas pengamanan merupakan garda terdepan dalam menjaga stabilitas keamanan Lapas.
“Petugas jaga harus memiliki kedisiplinan, kepekaan, dan kecermatan tinggi dalam memantau aktivitas warga binaan. Namun demikian, pendekatan humanis tetap menjadi kunci agar terjalin komunikasi yang baik sehingga warga binaan merasa aman dan tetap patuh,” ujar Kalapas.
Selain itu, Kalapas juga berdialog langsung dan memberikan penguatan serta motivasi kepada dengan warga binaan di blok hunian. Interaksi ini dimanfaatkan untuk mendengarkan masukan, memastikan hak-hak dasar mereka terpenuhi, serta mengawasi layanan kesehatan dan pendistribusian makanan agar tetap berjalan sesuai ketentuan.
“Disiplin dan konsistensi dalam pelaksanaan pengawasan adalah kunci utama menciptakan kondusifitas di dalam Lapas. Slogan ‘Tiada Hari Tanpa Trolling’ harus benar-benar diimplementasikan sebagai wujud komitmen kita menjaga Lapas Jember tetap aman, tertib, dan terkendali,” tegas Kalapas.
Dengan pengawasan yang dilakukan secara intens dan berkesinambungan, diharapkan muncul deterrent factor (efek tangkal) terhadap potensi terjadinya gangguan keamanan, sehingga situasi Lapas tetap kondusif dan proses pembinaan warga binaan dapat berjalan optimal. (*)

